Kerajinan Pelepah Pisang dan Enceng Gondok

Pelepah pisang ternyata memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri setelah diproses menjadi berbagai macam kerajinan. Baik melalu model penempelan (laminating), anyaman maupun untuk kominasi dengan produk kerajinan lainnya.
Tekstur dan warna dari pelepah pisang ternyata sangat unik dan alami, dan akan membuat kerajinan yang dikombinasi dengan pelepah pisang menjadi lebih menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Aneka macam produk kerajinan yang memanfaatkan kerajinan pelepah pisang lebih banyak yang diekspor dari pada yang dibutuhkan untuk pasar dalam negeri.

Hal ini dapat dilihat di sentra kerajinan rotan, di desa Trangsan, Kecamatan Baki, Kab. Sukoharjo dekat dengan Kota Solo. Di mana rata-rata produk yang dibuat diorientasikan untuk pasar ekspor.

Pelepah pisang dalam produknya dikombinasikan dengan rotan dan enceng gondok. Menghasilkan produk yang benar-benar unik dan menarik. Kelebihan lainnya adalah bebannya yang sangat ringan, sehingga furniture dari pelepah pisang ini mudah dipindah-pindahkan dan cocok untuk orang-orang yang menyukai suasana rumah yang selalu baru dan berubah.

Begitu juga dengan enceng gondok yang semula adalah limbah, atau tanaman yang dianggap mengganggu karena tumbuh liar di Rawa Pening Semarang dan melalui proses yang sama dengan pelepah pisang mampu dimanfaatkan menjadi aneka kerajinan. Produk yang dihasilkan hampir sama dengan pelepah pisang namun memiliki ciri khas warna dan motif yang berbeda.
Contoh foto produk kerajinan pelepah pisang dan enceng gondok:




Dan untuk informasi training, silakan ke halaman download paket program training kami.

14 Komentar

  1. Ditulis pada tanggal 25 August 2008 jam 7:43 pm | Permalink

    sayang di jawa tengah ya mas, coba di sby.
    atau kalau mas menggadakan seminar / semacam di sby… contact me ya?

  2. Ditulis pada tanggal 25 August 2008 jam 7:50 pm | Permalink

    sayang di jawa tengah ya mas, coba di sby.
    atau kalau mas menggadakan seminar / semacam di sby… contact me ya?
    http://pejantantangguh1979blogs.friendster.com/pejantan/.

  3. Ditulis pada tanggal 26 August 2008 jam 11:37 am | Permalink

    Yang penting masih di Indonesia kan? He he he
    Insyaallah kalau ada acara di Sby dan sekitarnya, aku coba untuk kontak.
    Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya. Menambah semangat saya untuk terus belajar membuat blog yang semakin baik.

  4. irwanto
    Ditulis pada tanggal 7 September 2008 jam 5:46 am | Permalink

    saya tertarik dengan blog anda, sanya pengen dikampung saya diadakan seminar dan pelatihan untuk produk anyaman kerajinan enceng gondok,khususnya bg para ibu2 pkk seperti didesa transan. berapa biayanya untuk seminar dan pelatihan? terima kasih. saya tinggal di janti klaten!

  5. Ditulis pada tanggal 7 September 2008 jam 12:51 pm | Permalink

    Pak Irwanto, mengingat Janti Klaten dengan Transan jaraknya sangat dekat, cara yang paling mudah justru belajar langsung ke Trangsan. Tetapi tidak ada salahnya bila memang mau diadakan training kerajinan enceng gondok. Biayanya anda bisa down load di Proposal yang tersedia blog saya.
    Training kerajinan memang penting, namun yang lebih penting dari training membuat kerajinan adalah training kewirausahaan. Tentunya training kewirausahaan yang benar-benar mampu memunculkan dan memotivasi seseorang untuk menjadi pengusaha. Sebuah training kewirausahaan yang memiliki desain, logika serta metodologi training yang jelas dan terukur dengan standar kriteria tertentu untuk mencapai target training.
    Dari hasil training kewirausahaan diharapkan akan muncul semangat berbisnis atau semangat menjadi pengusaha di kampung anda. Adanya pengusaha kerajinan rotan dikampung anda, apalagi kalau bisa lebih dari satu pengusaha (bisa dari pengrajin), maka akan memudahkan orang-orang dikampung anda untuk meniru dan mengembangkannya. Dari satu orang, lambat laun akan berkembang ke banyak orang lain.
    Begitulah munculnya sebuah kampung menjadi sentra kerajinan, yang seringkali dimulai oleh 1 orang yang kreatif dan akhirnya mampu menginspirasi banyak orang disekitarnya.
    Untuk sharing dan diskusi lebih lanjut, anda bisa datang ke kantor saya.
    Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya di blog saya.

  6. wahids
    Ditulis pada tanggal 20 September 2008 jam 3:30 pm | Permalink

    saya akui saya sangat tertarik dengan blog anda.
    karena sata tinggal di salatiga, yang sangat dekat sekali dengan rawa pening.yaitu rawa penghasil enceng gondok yang sangat besar.
    kebetulan saya tidak mempunyai skill, untuk memulai dari awal saya perlu belajar. mohon bantuannya. :smile:

  7. gebi
    Ditulis pada tanggal 22 September 2008 jam 12:40 pm | Permalink

    pak,saya mau tanya, bagaimana konstruksi rotan pada kayu,apakah dipaku?
    jika dudukan langsung menggunakan anyaman enceng gondok apakah tidak jeblos jika diduduki?apakah harus ada bantalan di dalam anyaman?
    trimaksih pak..

  8. Ditulis pada tanggal 24 September 2008 jam 3:42 pm | Permalink

    Untuk Wahid
    Iya tuh, di rawa pening banyak sekali enceng gondok. Sepertinya sudah ada yang memanfaatkan untuk menjadi bahan baku untuk membuat mebel/furniture. Malah kalau tidak salah, dulunya yang memulai untuk memanfaatkan enceng gondok sebagai kerajinan dan furniture adalah seorang pengusaha yang berasal dari daeerah ambarawa aau sekitar Rawa Pening.
    Agar manfaatnnya bisa lebih luas, saya sarankan Anda bisa mengusulkan ke orang-orang disekitar anda atau pemerintah kabupaten anda agar menyelenggarakan training kerajinan enceng gondok. Tentunya training yang dikelola secara profesional yang benar-benar mampu melahirkan pengusaha-pengusaha di bidang kerajinan.

  9. Ditulis pada tanggal 24 September 2008 jam 3:50 pm | Permalink

    Untuk gebi,
    Paku banyak dipakai dalam anyaman rotan atau enceng gondok. Biar lebih praktis dan efisien biasanya memakai paku tembak.
    Untuk konstruksi, memang diperlukan tergantung desain produk. Bisa didalam anyaman atau diluar anyaman (biasanya ditaruh dibawah). Yang penting bisa jadi kuat dan mengganggu keindahan produk.
    Atau anda bisa menaruh triplek/plywood/multiplek di bagian bawahnya.
    Atau anda bisa bisa memkai ban bekas atau karet dan semacacamnya.
    Konstruksi tergantung desain dan bahan yang akan kita buat. Apabila desain yang kita buat diperkirakan membuat anyaman rotan atau enceng gondok rawan akan rusak karena tekanan, maka diperlukan konstruksi yang lebih kuat.
    Pada prinsipnya konstruksi tambahan (karena kalau diperkirakan sudah kuat tentunya tidak perlu konstruksi tambahan) diperlukan dan bisa dikembangkan dengan banyak pilihan yang bisa digunakan. So, selamat mencoba.

  10. Ditulis pada tanggal 16 October 2008 jam 10:38 am | Permalink

    pak, saya tertarik dengan usaha saudara. di temapt saya, di kota surabaya. saya mempunyai banyak sekali enceng gondok. ohon bantuannyaa

  11. Ditulis pada tanggal 16 October 2008 jam 7:54 pm | Permalink

    Bagaimana kalau anda survey dulu disentra kerajinan enceng gondok? Dari survey itu akan membuka peluang usaha dari industri kerajinan enceng gondok.

  12. ROMAN
    Ditulis pada tanggal 20 October 2008 jam 11:34 am | Permalink

    mohon info akalau ada training dalam waktu dekat
    0812 1808287

  13. ROMAN
    Ditulis pada tanggal 20 October 2008 jam 11:35 am | Permalink

    saya tunggu info training dalam waktu dekat di kawaasan sumatera,
    roman

  14. hendra
    Ditulis pada tanggal 25 October 2008 jam 3:52 pm | Permalink

    salam kenal, kawanku yg kreARTif abizzz…
    buat siapa aja menekuni kerjinan enceng gondok, dan butuh bahan baku yang jumlahnya banyak bgt. kita bisa nyediain dalam jumlah besar. :lol: :lol: kita banyak stock bahan baku ne…
    kontak disini ne (HP) 085215350037 atau
    kirim e-mail di superboy_x303@yahoo.com

Kirim Komentar

Email anda tidak akan ditampilkan atau diberitahukan ke orang lain. Yang ada tanda * harus diisi

*
*